Strict Standards: Declaration of objPR::encode_url() should be compatible with clsFrontEnd::encode_url($m, $s, $a, $id = '', $cid = '') in /home3/tessar/public_html/hkbpmenteng.org/mod/content/__hkbp.php on line 913
Gereja HKBP Menteng  | Renungan Mingguan | Jangan takut, sebab AKU yang mengutus engkau (Yeremia 1: 4 – 10)
Website HKBP Menteng menyediakan informasi mengenai Gereja HKBP Menteng seperti : Warta Jemaat, Kegiatan, Renungan, Artikel, Informasi Jemaat, Galeri Foto, dsb. HKBP Menteng menjadi saluran berkat, damai sejahtera dan sukacita bagi jemaat dan masyarakat sekitarnya.

Renungan Mingguan

Author
ADVERTISEMENT
    Place Your Ads Here!
Jangan takut, sebab AKU yang mengutus engkau (Yeremia 1: 4 – 10) , by
02 Feb

Hidup kita itu memiliki suatu tujuan yang Tuhan telah tetapkan bahkan jauh sebelum kita dilahirkan. Jika keberadaan kita di dunia ini saja berada dalam rencana Tuhan, maka tidak ada alasan bagi siapapun untuk menolak apa yang Tuhan kehendaki bagi kita. Yeremia awalnya menolak panggilan tersebut dengan alasan bahwa ia tidak pandai berbicara dan masih muda (ay. 6). Suatu alasan yang sangat logis mengingat jabatan sebagai nabi Tuhan bukanlah pekerjaan yang mudah. Seorang nabi pada zaman tersebut menghadapi tekanan lingkungan yang luar biasa berat, bahkan risikonya adalah mati.

 

Namun demikian, alasan apapun yang diungkapkan oleh Yeremia tidak dapat menggoyahkan hati Tuhan. Tuhan tidak mencari alasan Yeremia, Tuhan hanya ingin Yeremia taat kepada Tuhan, kemanapun Tuhan mengutusnya, Yeremia harus siap pergi, dan apapun yang Tuhan perintahkan kepadanya, harus dilakukan oleh Yeremia (ay. 7). Permasalahannya, apakah Yeremia mau pergi kemanapun Tuhan memerintahkan? Iya kalau Tuhan memerintahkan yang enak-enak, pasti Yeremia tidak akan menolak perintah Tuhan. Tetapi bagaimana jika perintah Tuhan adalah perintan yang  berat, dengan jalan yang berat untuk ditempuh? Belum lagi orang-orang yang memusuhi bahkan mencoba untuk membunuh Yeremia?

 

Itulah mengapa Tuhan meminta Yeremia untuk tidak takut, karena Tuhan berjanji akan selalu menyertai Yeremia dan melepaskan Yeremia dari orang-orang jahat tersebut (ay. 8). Salah satu penggenapan janji Tuhan tersebut terjadi ketika Tuhan menyelamatkan Yeremia secara ajaib dari dalam perigi (sumur) yang penuh lumpur (Yer 38:1-13). Tuhan benar-benar menepati janjiNya kepada Yeremia untuk menyertai dan melindungi Yeremia.

 

Sejak saat itu, Tuhan telah menaruh perkataan-perkataanNya ke dalam mulut Yeremia (ay. 9) dan mengangkat Yeremia menjadi nabi atas bangsa-bangsa (ay. 10). Jika kita memperhatikan isi kitab Yeremia, kita akan menemukan bahwa Yeremia tidak hanya menyampaikan Firman Tuhan kepada bangsa Israel, tetapi ia juga menyampaikan Firman Tuhan kepada bangsa-bangsa lain, termasuk Firman Tuhan dan nubuatan kepada bangsa Babel yang nantinya akan menghancurkan bangsa Israel.

 

Kita dapat melihat bahwa walaupun Yeremia awalnya menolak, tetapi Yeremia pun akhirnya sadar bahwa Tuhan sendirilah yang telah memilih dirinya untuk menjadi nabi yang menyuarakan kehendak Tuhan. Ketika ia mau taat terhadap panggilan Tuhan, tentunya Tuhan pun akan menyertai Yeremia dan memperlengkapi Yeremia sehingga ia menjadi salah satu nabi besar di sejarah bangsa Israel. Bagaimana dengan kita? Pernahkah kita menolak panggilan Tuhan? Hanya kita sendiri dan Tuhan yang tahu. Tetapi mari mengingat hal ini, Tuhan tidak pernah salah memanggil seseorang untuk menjadi hambaNya, karena sesungguhnya Tuhan telah mengenal orang tersebut jauh sebelum ia dilahirkan. Panggilan Tuhan tidak pernah salah, justru kitalah yang salah jika kita mengabaikan bahkan menolak panggilan Tuhan dalam kehidupan kita, karena jika demikian, maka sesungguhnya justru kitalah yang menolak kehidupan kita sendiri di dunia ini.  Amin.(Pdt. Osator Simanjuntak, MTh)

Total Viewed :  715 times
Name *
Comment *
Verification *
 Reload Image